Postingan

Bersama Santri Nurul Ilmi Tajur Bogor

Gambar
Bersama Santri Nurul Ilmi TaJur Bogor 30 Desember 2025, aku diundang oleh Laznas Darul Qur'an untuk mengisi acara di Rumah tahfidz Nurul Qolbi TaJur Bogor. Awalnya aku bingung mau membicarakan apa di sana ? Kebingungan aku terjawab setelah pihak Darul Qur'an memberikan susunan acara. Ternyata aku hanya dipinta untuk menceritakan tentang apa yang aku alami dan bagaimana cara menyikapinya. Kebetulan peserta yang ikut adalah para hafidz Qur'an yang notabenenya adalah para penyandang disabilitas, tuna netra, dan anak-anak yatim. Walau sekedar menceritakan apa dan bagaimana aku menyikapi yang terjadi pada diriku, aku juga harus mengisi cerita itu dengan cerita-cerita lain sebagai penguat cerita. Kebetulan aku pernah membaca beberapa cerita yang berkaitan dengan  Nabi Ayub as, yang terkena ujian penyakit yang luar biasa dan Nabi Ayub mampu menghadapi ujian itu dengan kesabaran yang luar biasa hingga Allah mengembalikan kesehatannya bahkan menjadikan rupanya yang menaw...

Manjat Pintu Tetangga

Gambar
Manjat Pintu Tetangga  #Rekamjejakgurumadrasahinspiratif  Suara tarhim penjaga musala di musala  depan rumah membangunkan tidur panjangku. Aku bangkit dan bergegas menuju kamar mandi, dengan dinginnya air kuserami seluruh tubuhku, tidak ada yang lepas terkena air.  Tubuhku menggigil kedinginan, tanganku dengan replek mengambil handuk yang aku gantung pada paku yang menancap di dinding kamar mandi. Tubuhku terasa segar kembali rasa kantuk pun pergi entah ke mana.  Setelah selesai memakai seragam sekolah, aku langsung menuju musala untuk melaksanakan salat berjamaah. Sesampainya di sana aku mengambil air wudhu di tempat wudhunya musala. Tempat wudhunya berbentuk kolam besar, aku tinggal menyauknya dengan tangan lalu aku basuh seluruh anggota tubuh, sementara untuk membasuh kaki aku gunakan batuk kelapa sebagai wadah untuk mengambil air lalu aku guyurkan berkali-kali ke kaki. Airnya cukup dingin seperti sedang berada di puncak Bogor. Terkadang aku juga ...

Pendidikan Mengubah Hidupku

Gambar
Pendidikan Mengubah Hidupku  Namaku Suharto, Orang sering menyapaku dengan sapaan Cing Ato. Aku asli Jakarta (Betawi). Orang tuaku tidak berpendidikan tinggi. Bapakku hanya sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat), sementara ibuku tidak pernah mengeyam bangku pendidikan.  Aku tumbuh dari keluarga sederhana, orang tuaku hanya kerja serabutan sementara ibuku hanya sebagai ibu rumah tangga. Sudah dipastikan kehidupan sehari-hari tidak seperti orang berkecukupan. Pernah suatu hari aku dan keluarga makan beras (bulgur) untuk pakan bebek. Saking tidak ada uang untuk membeli beras.  Melihat kondisi seperti itu, aku harus bangkit  agar dikemudian hari kehidupanku lebih baik dari orang tuaku. Salah satu yang bisa merubah adalah pendidikan. Aku harus berpendidikan tinggi, aku yakin aku bisa. Maka itu, aku harus pintar. Bagaimana agar aku selalu mendapatkan nilai terbaik. Aku harus menciptakan teknik belajar agar setiap mata pelajaran bisa aku kuasai. Ketika duduk di kela...

Hanya Mengejar Prestasi, Adab Terlupakan

Gambar
Hanya Mengejar Sebuah Nama, Adab Terlupakan Suatu hari ada seorang guru bercerita tentang salah satu murid yang melakukan tindakan tidak sopan dengan berteriak-teriak di depan guru dan orang tuanya, ia tidak terima dipersalahkan padahal ia melanggar tata tertib sekolah. Hampir saja orang tuanya menghajar siswa tersebut karena merasa dipermalukan anaknya di depan guru, tetapi hal itu dihalangi oleh guru. "Bukankah siswa itu di kelas khusus yang mayoritas mereka berprestasi?"Tanya seorang guru seolah -olah tidak percaya hal itu dilakukan oleh siswa itu. "Itulah, ada yang hilang yaitu adab/ Akhlak," jawab guru tersebut. Jadi teringat judul bukunya pak Prof Quraisy Shihab" Yang Hilang dari Kita Akhlak" buku yang menggambarkan tentang kelakuan umat atau bangsa yang katanya mayoritas Islam  justru bertingkah laku tidak Islami. Ini sebuah realita dunia pendidikan dewasa ini. Kenapa hal itu terjadi? Kalau kita mengacu kepada ranah pendidikan itu ada ti...

Buku Perdana

Gambar
Buku Perdana  Kebuntuan dalam menulis membuat diriku harus mengembara mencari pelatihan yang berkaitan dengan tulis-menulis. Bermodal media sosial akhirnya aku mendapatkan informasi tentang pelatihan. Sekitar tahun 2016 akhir aku mengikuti pelatihan menulis yang diselenggarakan oleh Gerakan Guru Blogger Nasional, bertempat di Wisma Universitas Negeri Jakarta (UNJ), aku mengikuti selama tiga hari dua malam. Dari pelatihan ini aku sedikit banyak memperoleh ilmu pengetahuan tentang tulis-menulis dan teman-teman luar biasa yang banyak memberikan karpet merah untuk terus berkarya. Untuk mengikat silaturahmi di antara peserta terciptalah sebuah buku antologi perdana dengan judul "Bukan Guru Biasa". Rasa ingin tahu lebih banyak tentang dunia menulis, membuatku tidak berhenti pada satu pelatihan. Hampir setiap liburan sekolah aku berusaha untuk mengisinya dengan mengikuti pelatihan. Desember 2017, aku mengikuti pelatihan yang lebih besar lagi pesertanya dan peserta datang dari berbag...

Menjadi Motivator Pendidikan

Gambar
Menjadi Motivator Pendidikan  Setelah diangkat menjadi PNS dan guru tersertifikasi setidaknya aku tidak terlalu memikirkan pendapatanku dan tidak perlu lagi mengajar selain di MTsN 5 Jakarta. Aku harus fokus dan meningkatkan kualitas diri. Karena perkembangan zaman terus bergulir maju dengan pesatnya sehingga terjadi perubahan di sana-sini,  begitu juga dengan dunia pendidikan tidak boleh tidak harus ikut dengan perubahan, jika tidak tentu akan tertinggal dan bahkan akan ditinggalkan. Sebagai seorang pendidik, aku harus meningkatkan kualitas diri dengan banyak menimba ilmu, bukan saja ilmu pengetahuan yang menjadi konsenku mengajar, juga mencari sesuatu yang teman-temanku tidak mempunyai ilmu itu.  Melihat kondisi yang ada, di mana hasil perolehan nilai akademik tidak sesuai dengan harapan. Sepertinya ada sesuatu yang hilang dari diri para murid. Hilangnya semangat belajar. Datang ke madrasah/sekolah laksana botol kosong. Tidak ada satupun persiapan untuk bela...

Perjuangan Cinta

Gambar
Perjuangan Cinta  Part ke-8 Menikah merupakan idaman setiap orang, begitu juga aku. Banyak wanita di kampungku yang kukenal, tetapi mereka rata-rata di bawah kepintaranku. Aku ingin mempunyai seorang istri yang sekupu/sebanding denganku mengenai kepintaran dan baground-nya mempunyai kompetensi keagamaan. Tidak harus cantik, orang berada, dan keturunan bangsawan. Ada yang menawariku anak orang berada dan tokoh masyarakat di kampunku, tetapi aku tidak ada hasrat karena aku tahu kompetensinya. Aku ingin mencari sendiri. Kebetulan aku kuliah di IAIN Jakarta, tentunya yang masuk ke sana orang-orang yang telah teruji kompetensinya, mengingat tets penyaringannya cukup ketat, itu aku dapat dari dosen ketika sedang memberikan kuliah di kelasku.  Ada beberapa teman yang aku anggap mewakili kriteriaku, tapi sayang ia harus menikah sebelum selesai kuliah. Ada juga yang dijodohkan oleh orang tuanya, kalau ditolak akan putus hubungan silaturrahmi antar dua keluarga, aku pun mund...